Kita Adalah Masalah

 “Cara berterimakasih pada Tuhan yang paling Indah
adalah membahagiakan orang lain

          Untuk kalian, jiwa yang selalu peka dengan aroma keresahan orang lain. Hari ini kita buka mata selebar dunia, buka hati seluas samudera, dan saksikanlah bahwasanya masih ada kerancuan dalam guliran hidup yang nyata Ya, pena yang menari dalam kertas formal, terkadang dibenturkan dengan realitas. Seringkali tanda tangan memberi legalitas, tapi gemuruh keadaan tetap menolak untuk diam. Meniti langkah dalam sebuah perjalanan pencarian kebenaran. Karena haikaktnya hanya satu yang menjadi musuh abadi kita adalah ketidakadilan. Dan hanya satu yang kita cari adalah kebenaran, Jika menyerang adalah pertahanan terbaik, maka langkah yang harus ditempuh adalah Totalitas
          Orang bertahta dalam idealismenya masing-masing. Berlomba menyuburkan ladang harapannya yang luas (jika punya harapan). Melayani sebaik mungkin dirinya dan ladangnya. Prinsipnya, lakukan yang terbaik maka akan dapat pula yang terbaik. Disini yang berpotensi menjadi kaya adalah orang yang mempunyai ladang harapan yang banyak dan luas serta tak lelah menanam dan merawat bibit kebaikan dimanapun dan kapanpun.          Orang berkualitas itu tahu apa yang diinginkan, kapan harus menginginkan dan bagaimana bisa mendapatkannya. 95% kesuksesan itu lahir dari impian (tujuan dan harapan). Jadilah Pembelajar yang baik, yang mempunyai visi terbaik untuk membahagiakan orang lain
          Manusia dinilai berdasarkan perbuatan mereka. Kebesaran jiwa mereka yang menentukan karya besar mereka memang besar. Dimata orang-orang kerdil, masalah-masalah sepele menjadi besar. Bagi yang berjiwa besar, masalah-masalah besar terlihat kecilImam syafi'i mengatakan "kalau aku hidup aku tak takut kehilangan makanan. Kalau aku mati aku tak takut kehilangan kuburan. Jiwaku jiwa merdeka yg melihat kelemahan sebagai kekufuran. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan "apa yg dilakukan musuh2ku terhadapku? Surgaku ada dalam jiwaku. Jika mereka memenjarakanku, maka itu adalah masa penyepianku dengan Tuhanku. Jika mereka mengasingkanku ke suatu tempat yg jauh, maka itu masa pengembaraan bagiku. Jika mereka membunuhku, itu adalah kematian yg semoga menjadikanku sebagai Syahid"
          Begitulah orang2 besar menyikapi hidup ini. Senantiasa selalu berpegang teguh terhadap Visi Besarnya !
          Sudah semestinya kita berterimakasih pada kesibukan. Hiruk-pikuknya, membelajarkan kita untuk memahami definisi waktu. Meski seringkali waktu begitu arogan, tak mau berkompromi atau sekedar mendengarkan janji bahkan mimpi, tapi begitulah dia, maha guru yang membelajarkan. Logis & Realistis. Inilah hidup. Bertarung dengan keterdesakan. Dalam pertarungan yang mempertaruhkan mimpi, pilihannya hanya ada dua, menang atau menang mutlak. Dan bagiku pilihan terbaik untuk menang mutlak adalah dengan terus bergerak. melabuhkan peristirahatan dalam kesibukan.

                Kita adalah masalah yang akan terselesaikan, maka jangan pernah takut dan pesimis. Karena setiap masalah akan selesai pada waktunya Karena ternyata, dengan 'Harapan' aku selalu dibuat gelisah ketika diri ini tidak mampu memproduksi kebermanfaatan, selalu dibuat cemas ketika jauh dari Tuhan, selalu ingin mendekap erat Do'a dengan bisikan, selalu ingin bersimpuh tersungkur ketika dilanda kegalauan Harapan itu akan selalu ada dan akan terus ada sampai kapanpun selama kita menjaganya dalam relung sanubari. Jangan pernah berhenti berharap pada Tuhan, karena sepanjang perjalanan ini akan banyak sekali ujian yang Tuhan berikan, cacian, hinaan bahkan fitnah akan menyergap datang secara tiba-tiba.

Komentar